Sastra & Budaya

30+ Contoh Paribasan Bahasa Jawa dan Maknanya (Pepatah Penuh Nasihat)

Bayu Setiawan Bayu Setiawan
Ilustrasi Paribasan Bahasa Jawa

🤖 Ringkasan Cepat:

Paribasan bahasa Jawa adalah peribahasa atau pepatah tradisional yang susunan katanya tetap dan memiliki makna kiasan, namun tidak menggunakan perumpamaan benda/hewan (berbeda dengan Bebasan dan Saloka). Paribasan merupakan bagian penting dari sastra Jawa yang sering digunakan orang tua zaman dulu untuk memberikan nasihat halus, sindiran, atau teguran moral. Contoh paribasan bahasa Jawa dan artinya yang paling terkenal adalah "Becik ketitik, ala ketara" yang bermakna: perbuatan baik maupun buruk pasti akan terbukti pada akhirnya.


Apa Itu Paribasan dalam Bahasa Jawa?

Pernah nggak sih kamu ditegur Mbah atau orang tua pakai kalimat kiasan berbahasa Jawa yang bikin mikir keras? Nah, kemungkinan besar mereka lagi pakai yang namanya Paribasan.

Secara gampang, paribasan itu kayak pepatah atau peribahasa. Bedanya, di sejarah sastra dan budaya Jawa, gaya bahasa ini susunan katanya udah paten (nggak bisa diganti seenaknya) dan maknanya itu *kiasan*, alias nggak bisa diartiin secara harfiah kata per kata.

Bedanya Paribasan, Bebasan, dan Saloka (Biar Nggak Keliru!)

Banyak banget yang masih kebalik-balik ngebedain ketiga istilah sastra Jawa kuno ini. Biar kamu nggak bingung pas ulangan muatan lokal bahasa Jawa, coba cek tabel gampang ini:

Istilah Ciri Khas Perumpamaan Contoh
Paribasan Makna kiasan murni, tanpa perumpamaan (pepindhan). Becik ketitik, ala ketara
Bebasan Mengumpamakan sifat atau keadaan seseorang. Kocak tanda lukak (Orang banyak omong biasanya ilmunya kurang)
Saloka Mengumpamakan manusianya dengan hewan/barang. Kebo nusu gudel (Orang tua minta diajari anak muda)

Kumpulan Paribasan Bahasa Jawa Populer & Artinya

Nih, beberapa contoh paribasan bebasan saloka yang sering banget kepake di kehidupan sehari-hari buat ngasih petuah bijak. Wajib tau nih makna becik ketitik ala ketara dan kawan-kawannya!

1. Becik ketitik, ala ketara
Arti harfiah: Yang baik terbukti, yang buruk kelihatan.
Makna: Perbuatan baik sekecil apapun kelak akan diketahui orang, begitu juga perbuatan jahat yang disembunyikan rapat-rapat pasti bakal ketahuan juga.
2. Adhang-adhang tetese embun
Arti harfiah: Menghadang (menunggu) tetesan embun.
Makna: Berharap mendapat sesuatu dengan pasrah dan seadanya tanpa usaha maksimal.
3. Ana catur mungkur
Arti harfiah: Ada obrolan, malah membelakangi.
Makna: Nggak mau ikut campur atau dengerin gosip / omongan jelek orang lain. Cuek bebek aja sama drama!
4. Tuna satak bathi sanak
Arti harfiah: Rugi seratus (uang keping kuno), untung saudara.
Makna: Dalam berbisnis atau hidup, lebih baik rugi sedikit uang asalkan kita mendapatkan banyak teman dan persaudaraan.
5. Ngundhuh wohing pakerti
Arti harfiah: Memetik buah perbuatan.
Makna: Hukum karma. Setiap orang pasti akan menuai balasan atau hasil dari apa yang sudah ia perbuat sendiri.

Paribasan Jawa Sindiran Halus (Ngena Banget!)

Orang Jawa tuh terkenal sungkan buat marah terang-terangan. Makanya, mereka sering pakai paribasan jawa sindiran buat negur kelakuan buruk seseorang. Walau kalimatnya halus, tapi *damage*-nya kerasa sampai ulu hati cuy!

  • Ciri wanci lila ginawa mati: Tabiat atau kebiasaan buruk seseorang (misal suka nipu) yang susah banget ilangnya sampai dia meninggal. (Sindiran buat orang yang bolak-balik dimaafin tapi tetep berbuat salah).
  • Cedhak kebo gupak: Dekat-dekat kerbau yang berlumur lumpur. Maknanya, kalau kamu bergaul sama orang *toxic* atau preman, cepat atau lambat kamu bakal ketularan jeleknya juga.
  • Emban cindhe, emban siladan: Menggendong pakai selendang sutra vs pakai bambu tajam. Ini sindiran keras buat pemimpin, guru, atau orang tua yang bersikap pilih kasih dan nggak adil.

Cara Nulis Paribasan Pakai Aksara Jawa?

Buat kamu yang lagi ada tugas sekolah nyalin pepatah Jawa kuno dan maknanya ini ke aksara Jawa, tenang aja! Kamu nggak perlu buka buku pepak tua lagi.

Kalau kamu mau mulai belajar aksara Jawa dari dasar, kamu bisa langsung masukin aja kalimat-kalimat paribasan di atas ke halaman utama web ini. Di sana ada tool canggih buat merubah tulisan latin ke aksara jawa secara otomatis dan *real-time* lho!

Semoga kumpulan paribasan bahasa jawa dan artinya ini bisa nambah wawasan budaya Nusantara kita ya. Inget selalu pepatah Mbah buyut kita: *Becik ketitik, ala ketara*!


FAQ (Pertanyaan Seputar Paribasan)

1. Apa itu paribasan dalam bahasa Jawa?

Paribasan adalah bentuk peribahasa atau pepatah dalam bahasa Jawa yang memiliki susunan kata tetap, bermakna kiasan, namun tidak menggunakan perumpamaan (pengandaian barang/hewan).

2. Apa bedanya paribasan, bebasan, dan saloka?

Paribasan bermakna kiasan tanpa perumpamaan. Bebasan menggunakan perumpamaan berupa sifat atau keadaan seseorang. Sedangkan Saloka menggunakan perumpamaan berupa benda mati atau hewan untuk menggambarkan sifat manusia.

3. Apa arti dari paribasan becik ketitik ala ketara?

Paribasan becik ketitik ala ketara memiliki arti bahwa segala perbuatan baik pasti akan terbukti pada waktunya, dan perbuatan buruk serapat apapun disembunyikan kelak akan ketahuan juga.

Artikel Terkait