Sastra & Budaya Jawa

Mengenal 11 Tembang Macapat: Aturan Paugeran, Makna Filosofis, dan Contohnya

Bayu Setiawan Bayu Setiawan
Terakhir Diperbarui:

Contoh ringkasnya: Tembang Pocung punya rumus 12u, 6a, 8i, 12a. Maksudnya: Baris 1 berisi 12 suku kata berakhiran huruf vokal u. Baris 2 berisi 6 suku kata berakhiran a. Baris 3 berisi 8 suku kata berakhiran i. Dan baris 4 berisi 12 suku kata berakhiran a. Rapi banget, kan?

Tabel Lengkap 11 Tembang Macapat: Paugeran, Watak, dan Sifatnya

Biar kamu nggak bingung pas ngerjain lembar tugas sekolah atau kuis sastra daerah, Bayu udah rangkum seluruh 11 tembang macapat ke dalam satu tabel ringkas di bawah ini:

No Nama Tembang Guru Gatra Guru Wilangan & Guru Lagu Watak / Sifat Tembang
1 Maskumambang 4 gatra 12i, 6a, 8i, 8a Nelangsa, prihatin, sedih, iba rasa hati
2 Mijil 6 gatra 10i, 6o, 10e, 10i, 6i, 6u Keterbukaan, lembut, penuh kasih sayang anak
3 Sinom 9 gatra 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a Lincah, gembira, cocok untuk memberi wejangan pemuda
4 Kinanthi 6 gatra 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i Mesra, penuh rasa cinta, bimbingan kasih orang tua
5 Asmaradana 7 gatra 8i, 8a, 8e/o, 8a, 7a, 8u, 8a Asmara, rindu terpendam, gelora cinta muda-mudi
6 Gambuh 5 gatra 7u, 10u, 12i, 8u, 8o Akrab, bersahabat, cocok untuk nasihat kekeluargaan
7 Dhandhanggula 10 gatra 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u, 8a, 12i, 7a Manis, luwes, keindahan puncak kejayaan hidup
8 Durma 7 gatra 12a, 7i, 6a, 7a, 8i, 5a, 7i Tegas, keras, berani, kobaran semangat perjuangan
9 Pangkur 7 gatra 8a, 11i, 8u, 7a, 12u, 8a, 8i Mungkur (mundur), bijak mengendalikan hawa nafsu
10 Megatruh 5 gatra 12u, 8i, 8u, 8i, 8o Sedih mendalam, duka, perpisahan ruh dari jasad
11 Pocung 4 gatra 12u, 6a, 8i, 12a Santai, jenaka, tebak-tebakan, pengingat kematian

Makna Filosofis: Rahasia Urutan 11 Macapat yang Jarang Diketahui

Banyak siswa yang mikir urutan 11 tembang macapat itu disusun acak. Ternyata salah besar! Nenek moyang kita menciptakan kesebelas tembang ini sebagai metafora siklus hidup manusia (Daur Hidup) dari awal embrio hingga kembali ke haribaan Sang Pencipta:

  1. Maskumambang: Janin yang masih mengapung (kumambang) di rahim sang ibu dalam bentuk benih emas (emas kumambang).
  2. Mijil: Lahir atau keluarnya (wijil) bayi mungil ke alam dunia dengan selamat.
  3. Sinom: Tumbuh menjadi remaja yang penuh daun muda (sinom), mencari jati diri dan bersemangat.
  4. Kinanthi: Masa remaja yang butuh dituntun (kanthi) jalan lurus agar perilakunya tidak terjerumus hal negatif. Di sini sering diselipkan pepatah bijak seperti paribasan bahasa Jawa agar anak memiliki akhlak terpuji.
  5. Asmaradana: Terbakarnya api asmara dan cinta (kasmaran) kepada lawan jenis untuk membentuk ikatan suci.
  6. Gambuh: Perjodohan yang sudah cocok dan bersatu padu (gambuh/sarujuk) dalam bahtera pernikahan.
  7. Dhandhanggula: Puncak manisnya kehidupan rumah tangga (gula manis), rezeki berkecukupan dan mapan.
  8. Durma: Munculnya ujian hidup, sifat dermawan (durma), atau kewajiban membela kebenaran saat badai datang.
  9. Pangkur: Masa tua saat manusia harus mulai mungkur (menyingkir) dari gemerlapnya nafsu duniawi dan mendekat pada ibadah.
  10. Megatruh: Saat ajal tiba, terputuslah (megat) nyawa atau roh (ruh) dari badan wadag manusia.
  11. Pocung: Tubuh yang sudah tak bernyawa akhirnya dibungkus kain putih kafan (dipocong) dan siap dimakamkan di liang kubur.

Luar biasa banget kan filosofinya? Nenek moyang kita mengajarkan kita selalu ingat hakikat hidup lewat sebuah tembang merdu.


Contoh Tembang Macapat Populer & Penulisan Aksara Jawanya

Mau nyanyiin atau nulis buat tugas sekolah? Simak 3 contoh tembang macapat yang paling sering keluar dalam lembar ujian berikut:

1. Contoh Tembang Pocung (Bapak Pucung)

12u, 6a, 8i, 12a

Bapak pucung dudu watu dudu gunung (12u)

Sabamu ing alas (6a)

Ngon-ingone sang Bupati (8i)

Prapteng marga si pucung lembehan grana (12a)

Tebak Cangkriman: Tembang ini adalah teka-teki kuno. Jawabannya adalah Gajah (lembehan grana = hidungnya melambai-lambai / belalai).

2. Contoh Tembang Kinanthi (Serat Wulangreh)

8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i

Padha gulangen ing kalbu (8u)

Ing sasmita amrih lantip (8i)

Aja sira ngunggung dhiri (8a)

Kudu andhap asor ugi (8i)

Den eling marang hyang agung (8a)

Supaya slamet ing urip (8i)

Makna Nasihat: Latihlah kepekaan batinmu agar menjadi orang yang cerdas budi pekertinya, jangan suka menyombongkan diri, bersikaplah rendah hati (andhap asor), serta selalu ingat kepada Tuhan agar selamat dunia akhirat.

3. Contoh Tembang Gambuh (Nasihat Kehidupan)

7u, 10u, 12i, 8u, 8o

Sekar gambuh ping catur (7u)

Kang cinatur polah kang kalantur (10u)

Tanpa tutur katula-tula katali (12i)

Kadaluwarsa katutuh (8u)

Kapatuh pan dadi awon (8o)

Makna Nasihat: Tembang Gambuh keempat ini membicarakan tentang tingkah laku yang terlanjur salah tanpa mau mendengarkan nasihat baik, sehingga akan sengsara dan kebiasaan buruk itu mengakar.

Mau Ubah Tembang Macapat Jadi Aksara Jawa Asli?

Sering kali guru bahasa Jawa meminta bait tembang di atas ditulis tangan menggunakan huruf Hanacaraka lengkap dengan sandhangannya. Jangan pusing!

Buka Converter Latin ke Aksara Jawa Online

Tinggal tempel lirik tembang di atas, aksara Jawanya langsung otomatis jadi seketika!

Cek & Hitung Paugeran Macapat Otomatis (Interactive Tool)

Mau tahu rumus tembang tertentu secara instan? Pilih nama tembang macapat di bawah ini untuk melihat jumlah baris dan pola vokal akhirnya:

Tembang Pocung

4 Gatra

Paugeran Baku: 12u, 6a, 8i, 12a

Watak: Santai, ceria, jenaka, cocok untuk tebak-tebakan (cangkriman).

Makna Siklus Hidup: Menggambarkan tubuh manusia yang telah wafat dan dibungkus kain kafan pocong.


Yuk Lestarikan Tembang Macapat Bersama!

Belajar tembang macapat itu seru banget, lho! Nggak melulu kuno atau membosankan. Begitu kita paham maknanya, kita bakal kagum sama cara leluhur merangkai puisi dengan perhitungan matematika suku kata yang begitu presisi.

Selain tembang macapat, kamu juga bisa membaca kumpulan dongeng seperti cerita rakyat bahasa Jawa atau belajar aksara dari nol di panduan belajar aksara Jawa dasar yang sudah kami sediakan.

Semoga panduan lengkap tembang macapat ini bisa ngebantu tugas sekolah atau memperluas wawasan kebudayaanmu ya! Terus bangga dengan budaya Nusantara!

Pertanyaan Umum (FAQ) Seputar Tembang Macapat

1. Apa yang dimaksud dengan tembang macapat?

Tembang macapat adalah karya sastra puisi tradisional Jawa yang terikat oleh aturan baku (paugeran), yaitu guru gatra (jumlah baris), guru wilangan (jumlah suku kata tiap baris), dan guru lagu (huruf vokal akhir baris).

2. Ada berapa jumlah tembang macapat dan apa urutannya?

Tembang macapat berjumlah 11 macam yang menggambarkan perjalanan hidup manusia dari sebelum lahir hingga wafat: Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanthi, Asmaradana, Gambuh, Dhandhanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan Pocung.

3. Apa yang dimaksud guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu?

Guru gatra adalah jumlah baris (larik) dalam satu bait tembang. Guru wilangan adalah jumlah suku kata (cacahing wanda) dalam setiap baris. Sedangkan guru lagu adalah bunyi vokal akhir (dhong-dhing) pada setiap akhir baris tembang.

4. Apa tembang macapat yang paling mudah dihafalkan?

Tembang Pocung adalah salah satu tembang macapat paling populer dan mudah dihafalkan karena hanya terdiri dari 4 baris dengan pola paugeran 12u, 6a, 8i, 12a dan sering digunakan untuk tebak-tebakan (cangkriman).

Artikel Terkait